Rabu, 23 November 2011

Belum Juga Bisa Menulis

10 Juni 2011. Itu terakhir saya menulis catatan.

Hari Sumpahi Pemuda

Sumpah Pemuda menjadi bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas di bawah kekuasaan kaum kolonial.

Surat buat Anak-anakku

Makassar, 5 November 2011
Saya punya tiga klub sepakbola favorit; Real Madrid, Chelsea, dan Inter Milan. Mereka tim besar dengan segudang prestasi. Saat mereka bertanding dan menang, perasaan saya sangat bahagia. Sebaliknya, ketika mereka kalah, yakin saja saya pasti bersedih.

Rabu, 20 April 2011

Berkesenian Bermodal Feeling

*Erwin Sulaiman, Player dan Arranger Sulsel
Erwin Sulaiman pernah merasa sedih. Ia lalu minggat dari rumahnya. Untungnya, tayangan TVRI melunakkan hati kedua orang tuanya. Itu 16 tahun lalu saat Erwin mulai mencari jati dirinya sebagai musisi.

J. Wieryana Haq, Sang Pematung Asal Sulsel

Dia cerdas dan punya mimpi. Ketika cita-citanya kuliah di Yogyakarta pupus di tengah jalan, ia pun berjuang sendiri mengasah bakat otodidaknya.

“Saya Penemu, bukan Profesor”

*Zaenal Beta, Penemu Lukisan Tanah Liat Asal Makassar

Suatu hari aktris dan pembawa acara Shahnaz Haque memuji Zaenal Beta di Indonesia Siesta. Artis cantik itu menyebutnya profesor.


Pelukis Hiper Realis Tau-tau

*Mike Turusy, Seniman Sulsel Berkiprah Internasional
 
 
NAMANYA Mike Turusy. Itu sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) meski sebenarnya nama aslinya, Rusmin.

"Dalam Mimpi pun Saya Berteater"

*Fahmi Syariff, Tokoh Teater Sulsel

DENDAM telah mengubah hidupnya. Ia ingat betul momen-momen ketika berdiri di pintu kelas dan guru pembimbing drama di SMA-nya, Emil Agus Kalalo tak mengacuhkannya.

Selasa, 08 Februari 2011

Entah…….

Gadis itu sangat mempesonaku. Kecantikannya yang tanpa  makeup, kesederhanaannya, dan cara bertuturnya, membuat saya kembali merasakan debar seperti saat masih SMA dulu. Dan saya yakin, makna debar itu belum berubah. Itu masih debar-debar asmara.  Saya jatuh cinta.

Senin, 07 Februari 2011

Potret Kecil di Flyover

Segepok duit itu belum membuat Syahrul tersenyum, Selasa, 4 Januari. Matanya masih bergerak liar ke deretan mobil yang tertahan lampu merah. Berharap menemukan lambaian tangan. Namun tak ada yang memanggil. Ia mencoba menawarkan koran dagangannya dengan sisa suara siangnya. Itupun tak lagi terdengar nyata. Suara pengamen mengaburkannya.

Rabu, 12 Januari 2011

tapi, apakah kau tak lelah hujan?

hujan, aku banyak tahu tentang kau
memang kau dari langit, tapi lahirmu dari tempatku berpijak
kau air dari bumi kan?

Kamis, 30 Desember 2010

Tuhan, Jangan Biarkan Istriku Ngirim SMS Lagi

Mourinho, kenalkan Aku Amiruddin Aliah.
Karena kau tokoh idolaku dan pelatih favoritku, aku kirim sms ini padamu. Indonesia-ku sedang
kesulitan. Final leg pertama AFF Kami kalah 0-3 dari Malaysia. Suporter Mereka tak sportif, pake
laser. kami mau juara tahun ini Mourinho. kalau kau punya nomor telpon pelatih Indonesia, Alfred
Riedl, tolong telpon dia. seperti yg kau lakukan untuk negaramu di penyisihan piala Eropa, tolong
berbagi ilmulah dengan pelatih kami agar esok bisa menang dan juara di GBK.
Mourinho, aku sedang sedih.........tolonglah

Senin, 20 Desember 2010

Ketika Saya Bertakdir Wartawan

TANGIS bayi laki-laki itu menyeruak dalam malam, ba'da isya, Rabu, 15 Agustus 1978. Syamsiah, 34, didampingi suaminya, Saloge telah melahirkan bayi mungil di rumah panggung yang mungil. Kamar tempatnya mengerang kesakitan sejak magrib sudah dipenuhi familinya. Nama bayi mungil itu Amirullah sebelum berganti menjadi Amiruddin. Entah karena alasan apa.

Jumat, 17 Desember 2010

Ini Tentang Kilometer 9

KULIRIK jam di henponku. Pukul 23.30 wita. Belum ada kantuk sedikitpun. Padahal sebentar lagi, hari baru. Pergantian waktu dari Sabtu ke Minggu sudah akan dimulai. Tanggalan romawi pun juga segera akan bergeser. Setengah jam lagi, tanggal 12 Juli 2010.

Kematian Yang Harusnya Saya Tunda

SAYA mengenalnya 6 Oktober 2001 silam. Itu sembilan tahun lalu, tepat beberapa jam usai saya mengucap ijab kabul di Takkalasi Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.

Di Suatu Petang

Tiga belas tahun silam saya mendengarnya dalam suasana hati seperti Senin petang, 12 September lalu.

Arung dan Kisah Mawar

SAYA tak pernah tenang di atas mobil APV itu. Perasaan gelisah. Bahkan amat gelisah Sabtu, 18 September itu.

Jangan Panggil Saya Ucam

TAWANYA lepas di depan layar komputer. Tampak jelas bahwa matanya berbinar. Dia punya mimpi. Kelak, ia ingin dipanggil Pak Dosen.

Orang di Sekitar Kita

Namanya Dg Aco Syahrul. Ia pria tua berdasar gurat wajahnya. Sebab usianya sebenarnya baru 40-an tahun.